REPRESENTASI KEBUTUHAN TOKOH DAN KONFLIK SOSIAL DALAM CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI DAN PELAJARAN MENGARANG: PERSPEKTIF HIERARKI MASLOW

  • Novriana Anggi Suripadita Sitanggang Universitas Negeri Medan
  • Friscila Margareth Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Elizabeth Enzelika Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Gisella Sinulingga Universitas Negeri Medan
  • Yohan Tio Pantaria Sihite Universitas Negeri Medan
  • Christian Sinaga Universitas Negeri Medan
Keywords: cerpen, Hierarki Maslow, karya sastra, kritik sosial, konflik sosial

Abstract

Penelitian ini membandingkan dua cerpen Indonesia, Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis dan Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma, untuk mengungkap persamaan dan perbedaan pengemasan kritik sosial melalui tokoh, konflik, serta alur cerita dengan pendekatan komparatif. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow digunakan menganalisis kondisi psikologis tokoh berdasarkan pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber data primer adalah kedua cerpen, didukung teori sastra, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu. Metode penelitian kualitatif deskriptif menerapkan close reading mendalam pada struktur cerita, gaya penceritaan, simbolisme, serta pesan moral. Analisis data melibatkan pendekatan komparatif hierarkis Maslow terhadap lima kebutuhan (fisiologis, keamanan, sosial/cinta, penghargaan, aktualisasi diri) pada tokoh, dikaitkan dengan konflik sosial, tokoh, dan alur. Hasil menunjukkan kedua cerpen menyoroti persoalan sosial secara berbeda: di Robohnya Surau Kami, tokoh kakek dan masyarakat desa memenuhi kebutuhan fisiologis-keamanan dasar, tapi gagal pada sosial/cinta (kurang empati), penghargaan (ritualisme agama kosong), dan aktualisasi diri (tanpa aksi sosial), memicu konflik kemunafikan keagamaan yang merobohkan surau simbolis. Di Pelajaran Mengarang, tokoh anak memenuhi fisiologis minimal (sekolah), tapi gagal total pada keamanan (lingkungan represif), sosial/cinta (kurang kasih sayang), penghargaan (penghinaan kreativitas), dan aktualisasi diri (pertumbuhan terhambat), menghasilkan konflik pendidikan otoriter. Persamaan: tokoh korban situasi sosial tidak berpihak dengan kegagalan kebutuhan Maslow tingkat atas, memperburuk konflik dari konteks agama vs. pendidikan. Perbedaan: fokus ritualisme dewasa vs. represi anak. Secara keseluruhan, keduanya menyuarakan kegelisahan sosial, dan mengajak renungan kemanusiaan melalui sastra.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajidarma, S. G. (2014). Pelajaran Mengarang. Dalam Seno Gumira Ajidarma, Manusia Kamar. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Aminuddin. A. (2004). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Chaplin, J. P. (2008). Kamus Lengkap Psikologi. (Terjemah). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Endang, H. K. (2019). Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Wadu Ntanda Rahi Karya Alan Malingi Kajian: Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Jurnal Bastrindo, 2 (1), 10, 16.

Enggarwati, A., & Utomo, A. P. (2021). Fungsi, Peran, dan Kategori Sintaksis Bahasa Indonesia. Estetik: Jurnal Bahasa Indonesia, 51-52.

Goble, F. G. (1994). Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow. (Terjemah). Yogyakarta: Kanisius.

Hariyono, S., & Nurhadi, N. (2020a). Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Dua Cerpen Faisal Oddang. Jurnal Sastra Indonesia, 8(2), 45-60.

Hariyono, S., & Nurhadi, N. (2020b). Hierarki Kebutuhan Tokoh Utama dalam Dua Cerpen Faisal Oddang (Needs Hierarchy of the Central Characters in Two Short Stories by Faisal Oddang). SAWERIGADING, 26(1), 19-31.

Kariim, M. A., & Haryanti, N. D. (2018). Aktualisasi Diri Dan Kepribadian Tokoh Ben Dalam Cerpen Dan Film Filosofi Kopi. Jurnal Komposisi, 3(2), 68-79.

Maslow, A. (2006). On Dominace, Self Esteen and Self Actualization. Ann Kaplan: Maurice Basset.

Minderop, A. (2011). Psikologi Sastra (Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Navis, A. A. (1956). Robohnya Surau Kami. Jakarta Gramedia Pustaka Utama.

Pratiwi, C. L., & Utomo, A. P. (2021). Deiksis dalam Cerpen “Senyum Karyamin” karya Ahmad Tohari sebagai Materi Pembelajaran dalam Bahasa Indonesia. Journal LINGUA SUSASTRA, 24-33.

Rahmawati, A. (2019). Psikologi Humanistik Abraham Maslow dalam Representasi Penuturan Tokoh Robohnya Surau Kami Karya AA Navis. Jurnal Psikologi Sastra, 5(1), 12-28.

Samallo, D. J. A. (2012). Motif Pelaku Kejahatan dalam “Moeru”, bagian dari karya Higashino Keigo yang berjudul “Tantei Galileo”(Teori Psikologi Humanistik Abraham Maslow). Students e-Journal, 1(1), 2.

Sari, N. P. (2021). Analisis Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow dalam Cerpen Pelajaran Mengarang Karya Seno Gumira Ajidarma. Literasi: Jurnal Kajian Sastra, 10(1), 78-92.

Syifauzakia, M. P., Ariyanto, B., & Yeni Aslina, M. P. (2021). Dasardasar Pendidikan Anak Usia Dini. Literasi Nusantara. https://books.google.co.id/books?i d=yCgqEAAAQBAJ

Wicaksono, A. (2014). Menulis Kreatif Sastra dan Beberapa Model Pembelajarannya. Yogyakarta: Garudhawaca.

Widayati. W. (2020). Buku Pembelajaran Cerpen Didaktis. Guepedia.

Zaim, M. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural. Padang: Sukabina Press.

Published
2026-06-29
How to Cite
Sitanggang, N. A. S., Sinaga, F. M., Sinaga, E. E., Sinulingga, G. D., Sihite, Y. T. P., & Sinaga, C. (2026). REPRESENTASI KEBUTUHAN TOKOH DAN KONFLIK SOSIAL DALAM CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI DAN PELAJARAN MENGARANG: PERSPEKTIF HIERARKI MASLOW. IdeBahasa, 8(1), 19-31. https://doi.org/10.37296/idebahasa.v8i1.369
Section
Jurnal IdeBahasa Vol 8 No 1 June 2026