KONSTRUKSI LINGUISTIK TERDAKWA KELAS BAWAH DALAM TEKS BERITA MEDIA DARING: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS PADA PEMBERITAAN KASUS FANDI RAMADHAN
Abstract
Penelitian ini menganalisis konstruksi linguistis terhadap terdakwa Anak Buah Kapal (ABK) kelas bawah dalam teks berita media daring menggunakan analisis wacana kritis model Sara Mills. Tiga teks berita yang memuat pemberitaan kasus hukum terhadap seorang ABK kelas bawah pada periode Maret dipilih sebagai data karena merepresentasikan praktik speed journalism dan click-driven economy yang rentan terhadap bias serta minim verifikasi berimbang. Landasan teoretis penelitian ini didukung oleh perspektif analisis wacana kritis, linguistik sistemik fungsional, dan kajian representasi media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, sedangkan analisis data dilaksanakan melalui enam tahapan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aparat penegak hukum tampil dominan sebagai subjek naratif yang otoritatif melalui penggunaan verba proses mental dengan tingkat kepastian epistemis tinggi, sedangkan terdakwa lebih sering ditempatkan sebagai objek pasif; (2) media menggunakan strategi diksi sensasional, distribusi ruang naratif yang tidak proporsional, serta asimetri modalitas untuk mengarahkan pembaca pada perspektif aparat; dan (3) terdapat tiga bentuk representasi terdakwa yang tidak setara, yaitu sebagai pelaku (dominan), korban (marginal), dan pihak yang tidak memiliki kuasa naratif (konsisten). Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa media tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang mengonstruksi realitas hukum dan mereproduksi relasi kuasa yang berpotensi merugikan kelompok rentan.
Downloads
References
Althusser, L. (1971). Ideology and ideological state apparatuses. In L. Althusser (Ed.), Lenin and philosophy and other essays (pp. 127–186). Monthly Review Press.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Chermak, S. (1995). Victims in the news: Crime and the American news media. Westview Press.
Chomsky, N., & Herman, E. S. (2010). Manufacturing consent: The political economy of the mass media. Pantheon Books.
Cohen, S. (1972). Folk devils and moral panics: The creation of the Mods and Rockers. MacGibbon and Kee.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
Eriyanto. (2011). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS Pelangi Aksara.
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
Fairclough, N. (2003). Analysing discourse: Textual analysis for social research. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203697078
Fowler, R. (1991). Language in the news: Discourse and ideology in the press. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203167786
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.
Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. I. M. (2014). Halliday's introduction to functional grammar (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203783771
Herman, E. S., & Chomsky, N. (2010). Manufacturing consent: The political economy of the mass media. Pantheon Books.
Hidayat, T. (2022). Analisis wacana kritis pada pemberitaan narkotika di media daring. Jurnal Ilmu Bahasa, 10(1), 88–101.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Martin, J. R., & White, P. R. R. (2005). The language of evaluation: Appraisal in English. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9780230511910
Mills, S. (1997). Discourse. Routledge.
Mills, S. (2004). Discourse (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203387979
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Nugroho, Y., Putri, D. A., & Laksmi, S. (2012). Mapping the landscape of the media industry in contemporary Indonesia. Centre for Innovation Policy and Governance.
Pratama, R. (2020). Representasi tokoh dalam media online: Analisis wacana kritis model Sara Mills. Jurnal Linguistik Indonesia, 38(1), 45–58.
Rahmawati, D. (2019). Analisis wacana kritis pada pemberitaan kasus hukum di media online. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(2), 120–132.
Said, E. W. (1978). Orientalism. Pantheon Books.
Sari, M., & Nugroho, A. (2021). Representasi dalam media online terhadap kasus hukum di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Media, 5(1), 67–79.
Simpson, P. (1993). Language, ideology and point of view. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203137895
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
van Dijk, T. A. (2015). Critical discourse analysis. In D. Tannen, H. E. Hamilton, & D. Schiffrin (Eds.), The handbook of discourse analysis (2nd ed., pp. 466–485). Wiley Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781118584194.ch22
Wodak, R., & Meyer, M. (Eds.). (2016). Methods of critical discourse studies (3rd ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781529719901






